Panduan Foto Pernikahan dari Toscaworld

 


Selamat menempuh hidup baru calon mempelai!

Terima kasih telah mempercayakan Toscaworld untuk mengabadikan momen istimewa Anda. Kami tahu, tidak semua calon pengantin familiar dengan alur acara pernikahan. Oleh karena itu, kami ingin membagikan panduan ini agar Anda memiliki gambaran jelas mengenai momen-momen penting yang akan kami abadikan.

Panduan ini tidak sepenuhnya mutlak, namun setidaknya akan membantu Anda memahami prosesi dan bekerja sama dengan tim dokumentasi kami. Mari kita mulai!


Momen-Momen Penting Sebelum dan Selama Akad Nikah

1. Persiapan Calon Mempelai Wanita

  • Momen: Meminta Izin kepada Wali Nikah

    • Prosesi ini biasanya dilakukan di dalam kamar setelah penghulu tiba. Agar hasilnya maksimal, pastikan kamar Anda rapi, bersih, dan memiliki pencahayaan yang terang.

  • Momen: Wali Nikah Meminta Izin kepada Penghulu

    • Prosesi ini dilakukan jika wali tidak menikahkan sendiri. Lokasi idealnya masih di dalam kamar.

2. Kedatangan Calon Mempelai Pria

  • Momen: Mempelai Pria Tiba

    • Kami akan mulai mengambil foto sejak mempelai pria turun dari mobil hingga memasuki area acara.

    • Untuk hasil foto terbaik, minta tamu Anda berbaris rapi di sisi jalan dan tidak menghalangi jalur masuk. Momen ini sering dihiasi dengan tradisi seperti taburan beras kuning atau pengalungan bunga melati.

3. Prosesi Akad Nikah

  • Momen: Pembukaan Acara

    • Acara dimulai dengan pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.

    • Tips dari kami: Jika memungkinkan, gunakan Al-Qur'an dalam bentuk buku, bukan dari smartphone.

  • Momen: Khotbah Nikah

    • Saat khotbah, mempelai pria sudah duduk berhadapan dengan penghulu. Cukup ikuti prosesi dengan khidmat.

  • Momen: Susunan Tempat Duduk

    • Susunan tempat duduk ideal kami adalah mempelai pria, penghulu, wali, dan saksi duduk saling berdekatan. Ini akan memudahkan kami mengambil foto wajah saksi dan wali dengan jelas.

  • Momen: Akad Nikah (Ijab Kabul)

    • Agar tidak ada momen yang terlewat, kami menyarankan latihan atau gladi bersih saat penghulu membimbing lafal ijab kabul. Ekspresi tegang yang berubah menjadi lega setelah sah adalah momen berharga yang akan kami coba tangkap.

  • Momen: Berdoa

    • Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Angkat tangan Anda sepenuhnya dan tunjukkan kekhusyukan.

  • Momen: Pembacaan Sighat Taklik

    • Biasanya, mempelai wanita akan dipanggil keluar dari kamar setelah akad selesai. Terkadang, mempelai pria juga menjemputnya.

    • Ketika duduk berdampingan, pastikan posisi Anda tidak terlalu jauh.

    • Saat membaca Sighat Taklik, baca dengan lantang dari buku nikah atau kertas yang disediakan. Untuk mempelai wanita, jangan menunduk. Sesekali, berikan tatapan kagum kepada suami Anda.

  • Teks Sighat Taklik (Sighat Taklik tidak perlu Anda hafalkan karena teksnya sudah tercantum di halaman belakang buku nikah. Kami menuliskan isinya di sini agar Anda, khususnya mempelai pria, dapat memahami setiap kata yang diucapkan. Beberapa kata mungkin terdengar asing, jadi perhatikan baik-baik saat membacanya nanti.)
berikut adalah teksnya:

Sesudah akad nikah, saya : 
………………………………………. bin ……………………………………. berjanji dengan 
sesungguh hati bahwa saya akan mempergauli istri saya yang bernama : 
………………………….. binti ……………………………….. dengan baik (mu’asyarah bil 
ma’ruf) menurut ajaran Islam. 
Kepada istri saya tersebut saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut : 
Apabila saya : 
  1. Meninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berturut-turut; 
  2. Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya; 
  3. Menyakiti badan atau jasmani istri saya; 
  4. Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih, 
Dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya tidak ridho dan mengajukan 
gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh 
Pengadilan tersebut kemudian istri saya membayar uang sebesar Rp. 10,000,- 
(sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah 
talak saya satu kepadanya. 

Kepada Pengadilan Agama saya memberikan kuasa untuk menerima uang 
‘iwadl (pengganti) tersebut dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat 
Nasional setempat untuk keperluan ibadah sosial. 

Kota, tanggal-bulan-tahun 
Suami, 
(………………………) 
  • Momen: Penyerahan Mahar & Cium Tangan

    • Ikuti arahan penghulu. Untuk mempelai wanita, cium tangan suami Anda menggunakan kedua tangan agar terlihat lebih khidmat.

  • Momen: Penandatanganan Berkas dan Buku Nikah

    • Lakukan prosesi ini secara perlahan dan jangan terburu-buru. Selama proses ini, usahakan tidak terlalu menunduk. Tetap duduk dengan tegap dan rileks agar hasil foto terlihat lebih elegan dan alami.

    • Pastikan wali dan saksi juga berada di posisi yang mudah dijangkau oleh kamera kami.

  • Momen: Penyerahan Buku Nikah

    • Saat penghulu menyerahkan buku nikah, pastikan Anda dan pasangan memandang kamera dan tersenyum.

  • Momen: Berdoa Penutup & Foto Bersama

    • Angkat tangan Anda dengan khusyuk. Setelah acara selesai, kami sarankan langsung melakukan foto bersama dengan keluarga inti, penghulu, saksi, dan wali jika memungkinkan.


Selebihnya, acara akan berjalan dengan fleksibel. Semoga hari H Anda berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan!